Headlines News :
Home » , , , » Mengecam Keras Penembakan dan Kekerasan Kepolisian terhadap Mahasiswa di Kendari serta Menuntut Pertanggungjawaban Jokowi atas Kekerasan terhadap Perjuangan Hak Demokratis Rakyat

Mengecam Keras Penembakan dan Kekerasan Kepolisian terhadap Mahasiswa di Kendari serta Menuntut Pertanggungjawaban Jokowi atas Kekerasan terhadap Perjuangan Hak Demokratis Rakyat

Written By PP FMN on Jumat, 27 September 2019 | 08.20


Front Mahasiswa Nasional (FMN) mengecam keras penembakan dan kekerasan Kepolisian yang telah mengakibatkan tewasnya mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara dalam rangkaian aksi menentang berbagai regulasi anti rakyat yang akan diberlakukan oleh pemerintah. Randy (Mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Haluoleo Kendari) tewas dengan luka tembak di dada bagian kanan, dan Yusuf Kardawi (Mahasiswa Universitas Haluoleo Kendari) akibat luka kekerasan di kepala (26/09/19).    

Tindakan ini menunjukkan wajah fasis dan watak anti demokrasi rezim Jokowi dalam menanggapi ekspresi dan aspirasi rakyat dan pemuda-mahasiswa dan pelajar di berbagai daerah di Indonesia. Selain jatuhnya korban tewas, ratusan orang juga menjadi korban kekerasan dan penangkapan dalam aksi massa baik di Jakarta dan berbagai daerah lainnya sejak 24 September 2019. Secara khusus penanganan masalah di Papua oleh pemerintah dengan cara pengerahan pasukan dan bukan pada memecahkan akar masalah di Papua justru telah menjadi penyebab terjadinya tragedi Wamena yang mengakibatkan meninggalnya 31 orang, dan ini menambah daftar korban masyarakat di Papua akibat tindakan represif sebelumnya baik karena penghilangan dan penangkapan.
      
Aksi massa dari berbagai organisasi rakyat, pemuda-pelajar dan mahasiswa merupakan ekspresi dan tuntutan demokratis rakyat terhadap kegagalan rezim Jokowi dalam mengatasi berbagai masalah rakyat Indonesia. Salah satu yang paling mengemuka adalah krisis asap akibat pembakaran hutan dan lahan sebagai praktik pertanian terbelakang monopoli tanah oleh perusahaan-perusahaan perkebunan skala besar yang mengakibatkan ribuan korban dan tidak mampu ditangani oleh pemerintah. Di saat bersaman, pemerintah Indonesia justru secara semena-mena menaikkan 100% Iuran BPJS yang semakin menindas dan menyengsarakan rakyat.

Dengan kekuasaannya, rezim Jokowi terus mempertahankan sistem setengah feudal dan melayani secara prima kepentingan imperialis Amerika Serikat melalui pemberlakukan berbagai kebijakan dan regulasi, serta memaksakan pengesahan berbagai rancangan Undang-Undang yang anti rakyat, seperti RUU Pertanahan, RUU KUHP, Revisi UU KPK, Revisi UU Ketenagakerjaan dan berbagai regulasi baru lainnya. Dengan demikian, ekspresi rakyat dalam aksi massa sesungguhnya merupakan perlawanan langsung terhadap penghisapan dan penindasan serta melawan korupsi yang bersarang akut di tubuh rezim Jokowi.   

Melalui kesempatan ini, FMN juga menyampaikan belansungkawa dan duka cita sedalam-dalamnya bagi seluruh korban yang gugur dalam aksi massa yang hakikatnya memperjuangkan demokrasi sejati bagi rakyat Indonesia.

Atas kondisi ini, FMN menyampaikan sikap dan tuntutan:
  1. Mengecam keras penembakan dan kekerasan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara atas aksi mahasiswa yang mengakibatkan meninggalnya 2 Mahasiswa Universitas Haluoleo Kendari
  2. Tangkap KAPOLDA Sulawesi Tenggara yang bertanggung jawab atas penembakan dan kekerasan yang mengakibatkan meninggalnya 2 mahasiswa Universitas Haluoleo Kendari.
  3. Mengecam keras tindakan kekerasan aparat kepolisian terhadap aksi rakyat dan pemuda-mahasiswa di berbagai daerah yang menuntut pembatalan aturan perundang-undangan baru yang anti rakyat dan semakin menindas rakyat
  4. Segera padamkan api dan selamatkan korban asap! Berikan perawatan gratis dan layak terhadap korban asap, serta bangun pusat rehabilitasi dan penanganan penyakit korban asap!
  5.  Cabut HGU dan Hentikan izin baru perkebunan besar pelaku utama kebakaran dan masalah asap!
  6. Tangkap dan adili perusahaan-perusahaan besar pelaku utama pembakaran! Dan hentikan penangkapan dan bebaskan kaum tani yang ditangkap karena mereka tidak bersalah
  7. Batalkan segera RUU Pertanahan, RUU KUHP, revisi UU Ketenagakerjaan, UU KPK tanpa syarat! Laksanakan tuntutan rakyat yang menolak seluruh aturan dan perundangan yang semakin memberangus hak-hak demokratis rakyat!
  8. Hentikan kekerasan negara dan pecah-belah terhadap rakyat di tanah Papua! Tarik segera pasukan TNI dan POLRI dari tanah Papua sebagai sumber kekerasan dan jatuhnya korban jiwa.
  9. Penuhi tuntutan rakyat Papua tentang hak menentukan nasib sendiri sebagai jalan rakyat Papua menentukan masa depan secara mandiri sesuai aspirasinya!
  10.  Jalankan land reform sejati dan bangun industri nasional!        
Kami juga menyerukan kepada seluruh mahasiswa Indonesia untuk terus menggelorakan perjuangan massa menentang seluruh tindasan rezim Jokowi dan rencana pemberlakuan berbagai Perundang-undangan yang anti demokrasi dan anti rakyat, dan secara langsung menggalang dan menyalurkan bantuan yang dibutuhkan bagi korban asap di Kalimantan dan Sumatera. Kami juga mengajak untuk bergabung dalam organisasi massa demokratis nasional dan bersatu dalam perjuangan Bersama klas buruh, kaum tani dan rakyat tertindas lainnya.

Jakarta, 27 September 2019

Hormat kami,
Pimpinan Pusat FMN


Symphati Dimas Rafi’i

(Ketua Umum)

Aksi FMN bersama Front Perjuangan Rakyat Mengecam Penembakan Mahasiswa Kendari
Share this article :
 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger