Headlines News :
Home » , , » SDMN : SELAMAT ATAS 17 TAHUN FMN SEBAGAI SEKOLAH GERAKAN MAHASISWA DI INDONESIA

SDMN : SELAMAT ATAS 17 TAHUN FMN SEBAGAI SEKOLAH GERAKAN MAHASISWA DI INDONESIA

Written By PP FMN on Senin, 18 Mei 2020 | 21.36


“SATU IKATAN MENJADI BANYAK KEKUATAN”

Pertama-tama izinkan saya membuka pesan solidaritas ini dengan puisi :

Kerasnya batu masih dapat dipecahkan
Padatnya tanah masih dapat digemburkan
Kencangnya angin dan derasnya hujan
Bambu masih berdiri tegak dan bertumbuh
Ada harapan jika ada tindakan
Tak ada yang kekal
Ketika kita memahami perubahan
Puisi ini didedikasikan untuk persahabatan SDMN dan FMN yang sama-sama meyakini akan adanya perubahan di 17 tahun FMN.

Kawan-kawan yang baik,
Saya Raden Deden Fajarullah ketua umum SDMN (Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional), mewakili segenap pimpinan dan seluruh anggota mengucapkan selamat 17 tahun FMN sebagai sekolah gerakan bagi mahasiswa di Indonesia, sebagai organisasi yang konsisten melawan tiga musuh rakyat dan sebagai alat perjuangan bagi pemuda mahasiswa.

Saya ucapkan hormat, dan salut yang sangat tak ternilai untuk seluruh kawan-kawan FMN di Indonesia, berkat bersatu dan berorganisasi serta berjuang yang gigih dari kawan-kawan, rakyat Indonesia memiliki harapan cerah dikemudian hari akan adanya perubahan di Indonesia, karena kawan-kawan terus konsisten dalam perjuangan rakyat dan terlibat dalam pembangunan, dan perjuangan bersama klas buruh dan kaum tani di Indonesia sebagai kekuatan pokok dalam perubahan yang diyakini oleh SDMN dan FMN.

Tidak banyak yang akan saya sampaikan, tetapi dari hal yang singkat ini menjadi harapan bagi saya untuk terus mendukung dan meningkatkan rasa persahabatan yang tinggi antara SDMN dan FMN.
Kawan-kawan yang patriotis,

Sejak berdirinya SDMN sebagai organisasi mahasiswa skala nasional pada tahun 2018, menjadikan FMN bukan satu-satunya organisasi mahasiswa tingkat nasional yang memegang garis politik Demokratis Nasional, bukan berarti SDMN bersaing dan menyaingi FMN, tetapi membuktikan berkat kampanye dan propaganda yang tidak henti dan jemu-jemunya telah banyak pemuda mahasiswa menerima dan meyakini garis Demokratis Nasional. Kedepannya, kita yakin bahwa akan semakin banyak dan luas pemuda mahasiswa yang akan menerima garis Demokratis Nasional, karena garis politik ini adalah jawaban konkrit atas situasi objektif di negara Setengah Jajahan Setengah Feodal seperti Indonesia.

Kawan-kawan yang militan,

17 tahun usia FMN saat ini dimana situasi krisis umum Imperialisme semakin mendalam membuat rakyat sudah banyak menyadari situasi yang serba sulit dan membuat derita, situasi krisis ini juga diperparah dengan munculnya COVID-19 yang tak mampu ditangani oleh negeri imperialis seperti induk Imperialis AS, bahkan kehancurkan negeri-negeri Imperialis telah nampak di depan mata.

Mereka menyadari akan krisis ini, sehingga mereka selalu mencari cara untuk menutupi krisisnya, bahkan yang paling parah adalah mereka melakukan tindasan dan hisapan yang semakin menjadi-jadi kepada negara-negara jajahan dan setengah jajahan melalui pemerintah bonekanya seperti di Indonesia, dampaknya adalah kemerosotan penghidupan rakyat setiap harinya, pemangkasan upah, phk massal, perampasan tanah, pencabutan dan pemangkasan subsidi sosial. Artinya seluruh kebijakan dan aturan-aturan telah menghina dan menginjak-nginjak harga diri rakyat sebagai negara yang menyatakan “kedaulatan rakyat”.

Atas situasi seperti itu, kita dapat simpulkan pemerintah boneka AS seperti Jokowidodo-Maruf Amin tidak memiliki rasa malu dengan cara terbuka dan terang-terangan selalu mendukung resep-resep yang diberikan kepadanya untuk terus mendukung kepentingan investasi daripada kepentingan rakyat.

Saat ini di dalam negeri Indonesia, ditengah situasi krisis dan COVID-19 pemerintah Indonesia telah membuktikan dirinya sekali lagi, melalui COVID-19 negara terlihat panik dan tidak becus menanganinya, sejak awal pemerintah Indonesia menyepelekan hal ini karena mereka tidak berpikir secara ilmiah melainkan watak anti ilmiah seperti orang terbelakang. Tetapi ketika wabah ini semakin meluas mereka panik dan asal-asalan dalam menanganinya.

Di pedasaan maupun perkotaan mereka tidak mampu menjawab dengan cepat untuk menangani kasus ini, karena mereka sadar bahwa mereka tidak pernah mempersiapkan tenaga-tenaga yang cukup untuk menangani hal-hal yang bersentuhan secara langsung untuk rakyat, memang sejak awal mereka tidak pernah memiliki niat untuk menjamin rakyatnya dari kesehatan sampai pendidikan. Mereka hanya mengetahui bagaimana melayani dan terus setia kepada tuannya yaitu Imperialisme AS dan kaki tangannya di dalam negeri seperti borjuasi besar komprador dan tuan tanah.

Di sektor pendidikan saja, pemerintah Jokowi-Maruf Amin sudah jelas tidak memiliki orientasi untuk memberikan pendidikan ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat, terbukti dari COVID-19 ini, terlihat sekali keterbatasan tenaga kesehatan untuk mengcover seluruh rakyat di Indonesia, karena tidak banyak anak buruh dan kaum tani yang mampu dan mengerti kesehatan dengan baik akibat tidak diberikannya kesempatan menjadi seorang dokter atau tenaga medis, karena hanya orang-orang yang memiliki penghasilan tinggi yang mampu mengenyam pendidikan itu dan negara tidak mampu memberikan jaminan. Inilah privatisasi, komersialisasi dan liberalisasi didunia pendidikan.

COVID-19 juga membuka kelemahan dari sistem pendidikan kita yang dengan sepihak membuat kebijakan tanpa mendengar aspirasi-aspirasi mahasiswa dan tidak pernah juga diberikan ruang luas untuk duduk bersama menjawab situasi yang berhubungan dengan mahasiswanya, dan sangat jelas bahwa pendidikan kita tidak memiliki orientasi untuk kepentingan mahasiswa dan rakyat kebanyakan.

Banyak di kampus-kampus Indonesia saat ini bermunculan tuntutan tentang pengurangan dan pemotongan biaya kuliah, tetapi negara melalui rektor di Universitas-universitas atau sebutan lainnya menjawabnya dengan tidak memperhatikan tuntutan mahasiswa sebagai satu-kesatuan hal yang menentukan di dalam kampus.

Sudah sangat jelas disetiap sektor dan golongan, rakyat semakin diperparah penghidupannya, dihina dan direndahkan martabatnya serta tidak menjadi prioritas negara, hanya dengan membangun kekuatan rakyat melalui organisasi demokratis nasional dan berjuang melawan tiga musuh rakyatlah jawaban tunggal atas kondisi kacau ini.

Kawan-kawan yang mengabdi kepada rakyat,

Organisasi mahasiswa seperti FMN dan SDMN harus semakin bergiat dikalangan mahasiswa untuk mengikat (membangkitkan, mengorganisasikan dan memobilisasi) mereka kedalam organisasi massa mahasiswa demokratis nasional dan menyebarkan anggota-anggota terbaiknya terlibat bersama klas buruh dan kaum tani untuk hancurkan tiga musuh rakyat, inilah yang disebut “satu ikatan menjadi banyak kekuatan”.

Seperti pengalaman hebat kawan-kawan FMN 17 tahun ini, terus memberikan kontribusinya kepada gerakan rakyat  dengan memberikan tenaga dan fikirannya untuk terus berjuang bersama kaum tani dan klas buruh untuk memperjuangkan reforma agraria sejati dan membangun industrialisasi nasional. Karena tanpa perjuangan hebat mewujudkan reforma agraria sejati dan membangun industrialisasi nasional tidak mungkin ada pendidikan ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat. Maka sangat tepat 17 tahun FMN saat ini mengambil tema “Pemuda mahasiswa bangkit bersatu bersama klas buruh daan kaum tani : wujudkan pendidikan Ilmiah, Demokratis dan mengabdi pada rakyat”.

Sekali lagi atas nama segenap pimpinan dan anggota SDMN (Serikat Demokratis Mahasiswa Nasional) mengucapkan selamat 17 tahun untuk FMN (Front Mahasiswa Nasional), terus bergelora, terus kibarkan panji-panji perlawanan.

Jayalah FMN !

Salam demokrasi nasional

Imperialisme hancurkan!
Feodalisme musnahkan!
Kapitalis birokrat musuh rakyat!

Hormat Saya,


Raden Deden Fajarullah
Ketua Umum SDMN

Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger