Headlines News :
Home » , , » Cabut Sanksi Akademik Bung Krisna Aji dan Sembilan Mahasiswa UNAS Lainnya

Cabut Sanksi Akademik Bung Krisna Aji dan Sembilan Mahasiswa UNAS Lainnya

Written By PP FMN on Kamis, 09 Juli 2020 | 14.27

Hentikan Intimidasi, Teror dan Kriminalisasi Terhadap Mahasiswa


Salam Demokrasi !

Perjuangan mahasiswa Universitas Nasional (UNAS) untuk menuntut potongan biaya kuliah selama masa pandemi Covid-19 justru direspon dengan kebijakan yang anti demokrasi. Pada hari Kamis, 9 Juli 2020 Rektorat UNAS melalui jajaran Dekanat mengeluarkan sanksi akademik terhadap 10 mahasiswa UNAS. Sanksi tersebut terdiri dari, Surat Drop Out terhadap 2 mahasiswa (Bung Krisna Aji dan Deodatus), Surat Skorsing terhadap Alan dan Sukarno, dan Surat Peringatan Keras terhadap Thariza, Immanuelsa, Fikram, Zaman, Robbi, dan Rinaldi. Sanksi tersebut diberikan karena mereka dinilai telah merugikan kampus dengan aktivitas perjuangan menuntut hak mahasiswa dan rakyat untuk kuliah murah.

Front Mahasiswa Nasional (FMN) Ranting UNAS bersama dengan mahasiswa UNAS lainnya yang tergabung dalam Aliansi Unas Gawat Darurat (UGD) sejak Mei 2020 terus menyampaikan aspirasi dan tuntutan mahasiswa UNAS. Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19 yang semakin memukul perekonomian rakyat, UNAS hanya memberikan potongan biaya kuliah sebesar Rp 100.000/mahasiswa. Sementara UNAS telah melakukan penghematan besar dengan pemberlakuan pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi Covid-19. Mahasiswa menilai bahwa seharusnya UNAS dapat memberikan potongan lebih besar lagi demi membantu keluarga mahasiswa dan calon mahasiswa UNAS. Penilaian tersebut tentu bukan tanpa alasan. UNAS telah melakukan penghematan biaya operasional mereka selama kuliah jarak jauh, di tambah mereka juga ternyata melakukan pemotongan upah terhadap pekerjanya, padahal pada awal semester di tahun 2020, mahasiswa UNAS telah membayarkan uang kuliahnya secara penuh.

Aliansi UGD kemudian meminta transparansi keuangan kampus sebagai upaya untuk membuktikan bahwa UNAS mampu memberikan potongan biaya kuliah lebih besar. Namun, rektorat UNAS justru meresponnya dengan intimidasi berkedok pemanggilan klarifikasi yang dilakukan oleh Komisi Disiplin. Mahasiswa yang mendapat panggilan dipaksa untuk menyatakan dirinya bersalah atas tuduhan pencemaran nama UNAS, kemudian dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan.  Bahklan lebih jauh lagi, UNAS juga kerap melakukan kekerasan dalam penanganan aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa. Di tengah intimidasi tersebut, mahasiswa UNAS tetap teguh dan semakin  berani untuk memperjuangkan haknya. Rentetan demonstrasi terus dilakukan, melayangkan surat kepada rektor untuk dialog terbuka, hingga melakukan kampanye melalui media sosial. Namun, rektorat UNAS justru menunjukan wataknya yang anti kritik, anti ilmiah dan anti demokrasi dengan mengeluarkan sanksi akademik.

Tidak ada yang salah dari aksi demonstrasi mahasiswa UNAS yang menuntut pemotongan biaya kuliah, semua itu dilakukan demi kepentingan rakyat yang semakin menderita di tengah pandemi Covid-19. Rektorat UNAS justru membelakangi prinsip demokrasi dan ilmiah dari institusi pendidikan tinggi. Kritik dan demonstrasi mahasiswa dibalas dengan pembungkaman adalah bukti nyatanya. Menutup ruang dialog dan tidak memberikan transparansi keuangan telah menginjak-injak prinsip ilmiah dalam pendidikan. Tindakan dan kebijakan yang demikian juga semakin memperlihatkan bahwa UNAS mempertahankan praktik komersialisasi pendidikan yang juga memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 ini untuk mengeruk keuntungan yang lebih besar.

Atas dasar itu, Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional mendesak Rektor UNAS untuk segera mencabut Sanksi Akademik terhadap Kawan Krisna Aji/Ketua FMN UNAS dan mahasiswa UNAS lainnya. PP FMN juga menyatakan sikap dan tuntutanya:

  1. Hentikan intimidasi, kriminalisasi, dan tindakan anti demokrasi lainnya terhadap mahasiswa UNAS!
  2. Penuhi tuntutan mahasiswa UNAS untuk potongan biaya kuliah selama masa pandemi Covid-19!  Serta berikan bantuan bagi mahasiswa dan dosen dalam menunjang pembelajaran jarak jauh!
  3. Berikan upah penuh bagi seluruh pekerja di UNAS!
  4. Wujudkan sistem pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi pada rakyat!
Pada kesempatan kali ini, kami juga menyerukan kepada seluruh mahasiswa UNAS dan mahasiswa di Indonesia untuk terus memperkuat persatuanya dan memperbesar perjuangan untuk melawan liberalisasi, privatisasi dan komersialisasi pendidikan.

                         
Jakarta, 10 Juli 2020
Pimpinan Pusat
Front Mahasiswa Nasional


Symphati Dimas R
Ketua Umum

Share this article :

1 komentar:

ANITA LANSAM mengatakan...

Halo,
Nama saya ANITA LANSAM (lansamanita@gmail.com) dari Tambun, Indonesia Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada ALLAH yang telah mengakhiri penderitaan saya melalui Avants Loans karena telah memberikan pinjaman sebesar Rp280.000.000,00. Bagi yang sedang mencari pinjaman harus sangat berhati-hati karena banyak sekali lender palsu dimana-mana, hanya sedikit yang asli. Saya mengatakan ini karena saya scammed hampir Rp40jt. Hanya PINJAMAN AVAN yang nyata dan tepercaya karena mereka mentransfer pinjaman saya ke rekening saya tanpa menghabiskan banyak waktu. Mereka yang mencari pinjaman online asli dan sah harus menghubungi AVANTS LOAN melalui
Email: (avantloanson@gmail.com)
Whatsapp: (+6281334785906)

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger