Headlines News :
Home » , , , » Pernyataan Sikap Bersama

Pernyataan Sikap Bersama

Written By PP FMN on Rabu, 15 Juli 2020 | 03.01

Mengecam Sanksi Drop Out, Skorsing dan Peringatan Keras Terhadap Mahasiswa Universitas Nasional (UNAS) dalam Rangkaian Aksi dan Kampanye Menuntut Pemotongan Biaya Kuliah Selama Masa Pandemi Covid-19





Front Mahasiswa Nasional (FMN) bersama dengan Front Perjuangan Rakyat (FPR) berinisiatif untuk membuat Pernyataan Sikap Bersama ini dan mengajak kepada seluruh organisasi untuk tergabung dan terlibat dengan cara mencantumkan nama Organisasi/Lembaga serta Individu dalam Pernyataan Sikap Bersama ini.
Salam Demokrasi !
Pandemi covid-19 yang terjadi di Indonesia memberikan dampak bagi kondisi perekonomian rakyat. Bagi mahasiswa, membayar biaya kuliah dimasa krisis adalah kesulitan yang dirasakan. Setelah kebijakan potongan Rp 100.000 yang diberikan Universitas Nasional (UNAS), tanpa didasarkan dengan alasan yang ilmiah. Mahasiswa UNAS melalui Aliansi UNAS GAWAT DARURAT (UGD), membangun persatuan untuk menuntut potongan biaya kuliah yang lebih layak. Upaya perjuangan tersebut dimulai sejak 8 Mei 2020 dan berlangsung hingga saat ini.

Aliansi UGD menuntut kepada Rektor UNAS untuk memberikan potongan biaya kuliah lebih besar, jaminan pemberian upah penuh kepada pekerja, dan berikan transparansi laporan keuangan kepada mahasiswa UNAS. Hal tersebut didasari pada kondisi perkuliahan sejak awal masa pandemi Covid-19 hingga sekarang yang tidak menggunakan fasilitas kampus. Artinya kampus UNAS mendapatkan penghematan pengeluaran dari proses tersebut, sementara mahasiswa tidak mendapatkan hak untuk mengakses fasilitas kampus. Belum lagi temuan dari hasil investigasi, bahwa UNAS merumahkan beberapa pekerjanya tanpa diupah, memotong upah pekerja bahkan dosen.

Sejak bulan Mei 2020 hingga saat ini, Aliansi UGD terus melakukan kampanye dan aksi massa. Namun rektorat UNAS tetap tidak menanggapi secara baik tuntutan dan aspirasi dari mahasiswa. Justru mereka kerap melakukan tindak kekerasan dan intimidasi terhadap mahasiswa. Mulai dari pembubaran paksa disertai dengan pemukulan, tendangan, hingga intimidasi dan ancaman yang terus dilayangkan rektorat UNAS terhadap mahasiswa yang berjuang. Dimulai pada 10 Juni 2020, sebanyak 27 mahasiswa UNAS mendapat surat panggilan dari Komisi Disiplin dengan dalih dimintai klarifikasi atas aktivitasnya. Namun yang terjadi adalah pemaksaan untuk menyatakan tindakan mahasiswa tersebut merupakan kesalahan, dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan, hingga diancam untuk dikeluarkan bahkan ancaman pemidanaan.

Upaya untuk membungkam suara mahasiswa UNAS terus terjadi, hingga pada 9 Juli 2020 UNAS mengirimkan Surat Sanksi Akademik, berupa Surat Keputusan Drop Out (DO) terhadap tiga mahasiswa (Krisna Aji/Ketua FMN UNAS, Deodatus/Pimpian GMNI UNAS dan Abia Indou), Surat Skorsing satu semester terhadap tiga mahasiswa ( Soleh, Alan dan Sukarno), serta surat peringatan keras kepada sembilan mahasiswa (Dhafa, Fikram, Elsa, Octavianti, Robbi, Thariza, Berkat, Vicky dan Zaman). Seluruh sanksi tersebut diberikan dengan alasan utama yang sama, yaitu melakukan aktivitas kampanye dan aksi demonstrasi. Tentu alasan tersebut sangat tidak rasional dan tidak ilmiah, karena menyampaikan aspirasi dan melakukan demonstrasi bukanlah suatu pelanggaran, bukan juga kejahatan.

Seperti halnya alasan yang tertulis dalam surat DO untuk Krisna Aji, bahwa dianggap tidak menyesali perbuatannya yang melakukan kampanye dan menuntut pemotongan biaya kuliah, tidak menandatangani surat pernyataan yang dibuat sepihak oleh Komisi Disiplin, dan alasan terakhirnya adalah karena tetap melakukan demonstrasi di depan gerbang UNAS.

Kami mengecam pemberian sanksi DO, Skorsing dan Peringatan Keras terhadap mahasiswa UNAS. Tindakan tersebut semakin menambah catatan buruk kondisi demokrasi di dunia pendidikan. Kampus semakin menjelma sebagai institusi yang menjauhkan prinsip demokrasi dan ilmiah dalam kehidupannya.

Atas dasar itu, kami menyatakan kecaman keras terhadap Rektor UNAS yang memberikan sanksi Drop Out, Skorsing dan Peringatan Keras terhadap mahasiswa UNAS. Kami juga menuntut:



  1. Kepada Rektor UNAS untuk mencabut tanpa syarat sanksi Drop Out, Skorsing, dan Peringatan Keras terhadap sebelas mahasiswa UNAS.
  2. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menindak tegas rektorat UNAS dan jajaranya yang secara arogan telah memberikan sanksi, melakukan tindak kekerasan, intimidasi dan ancaman terhadap mahasiswa yang berjuang menuntut hak demokratisnya di kampus.
  3. Kepada Rektor UNAS untuk memberikan potongan biaya pendidikan yang layak kepada seluruh mahasiswa UNAS dan menjamin diberikannya upah penuh kepada pekerja UNAS. 
  4. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk memberikan pembebasan pembayaran biaya kuliah (UKT) kepada seluruh mahasiswa Indonesia tanpa syarat.


Jakarta, 15 Juli 2020
Hormat Kami,



Daftar Organisasi Dalam Pernyataan Sikap Bersama:

1. Front Mahasiswa Nasional (FMN)
2. Front Perjuangan Rakyat (FPR)
3. Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI)
4. Yayasan Pusaka Bentala Rakyat
5. International League of People Struggle - Indonesia (ILPS-Indonesia)
6. Institute for National and Democracy Studies (INDIES)
7. Serikat Perempuan Indonesia (SERUNI)
8. Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM)
9. Greenpeace Indonesia
10. Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA)
11. Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional (SDMN)
12. Linkar Borneo
13. Layung Kalimantan
14. Lembaga Bantuan Hukum Kalimantan
15. Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS)
16. DEMA IAIN Purwokerto
17. Pemuda Baru (PEMBARU) Indonesia
18. Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia (KABAR BUMI)
19. Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia - Hong Kong (ATKI-HK)
20. LBH Padang
21. DPM FAI UMP Purwokerto
22. BEM Fakultas Peternakan Unsoed
23. Ambyar Alliance (Bandung Raya)
24. HMI Cabang Purwokerto
25. LPM Obsesi IAIN Purwokerto
26. BEM Unsoed
27. PC PMII Gresik
28. PK. PMII Harun Thohir Bawean
29. Aksi Kamisan Kediri
30. LPM Solidaritas FISIP Unsoed
31. Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL) Unsoed
32. BEM. Univ Langlangbuana Bandung
33. BEM STMIK AKBA Makassar
34. LPM Libratum Univ. Atmajaya Makassar
35. Aliansi Mahasiswa UAJ-M Pro Demokrasi
36. Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI)
37. PPMI DK Makassar
38. PPMI DK Banjarmasin
39. LPM Progress Univ. Indraprasta PGRI
40. LPM Gemercik Universitas Siliwangi
41. BOPM Wacana, Universitas Sumatera Utara (USU)
42. Media Alternatif Muharrik Gresik
43. Aliansi Mahasiswa Makassar
44. LPM Menteng Univ. Wahid Hasyim Semarang
45. KAMMI Daerah Purwokerto
46. Serikat Pekerja Hukum Progresif (SPHP)
47. Youth for Food Sovereignty (YFS)

Informasi dan Kontak:
Dimas  : 085311348678
Bayu    : 0895803426655

Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger