Headlines News :
Home » , , , » Menentang Pengesahan dan Pemberlakuan UU Cipta Kerja Sebagai Alat Imperialis untuk Memassifkan Perampasan Hak Klas Buruh, Kaum Tani, dan Masa Depan Pemuda Mahasiswa

Menentang Pengesahan dan Pemberlakuan UU Cipta Kerja Sebagai Alat Imperialis untuk Memassifkan Perampasan Hak Klas Buruh, Kaum Tani, dan Masa Depan Pemuda Mahasiswa

Written By PP FMN on Minggu, 11 Oktober 2020 | 00.24




Salam Demokrasi!

Rezim Joko Widodo semakin memperterang dirinya sebagai pelayan setia kepentingan imperialis dengan mengesahkan RUU Omnibus Law Cipta Kerja melalui sidang paripurna DPR RI pada 5 Oktober 2020. Dengan pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja maka, borjuasi besar komprador dan tuan tanah besar akan semakin leluasa menghisap dan menindas rakyat.

Pengesahan UU Cipta Kerja pun dilakukan dalam situasi pandemi Covid-19. Dengan kehancuran ekonomi hingga minus 2,7% di kuartal III, Indonesia telah masuk dalam jurang krisis ekonomi. Dampaknya secara cepat meluas, terjadi gelombang PHK besar-besaran akibat krisis Imperialisme yang sudah semakin akut, 30 juta usaha kecil tutup, hingga bertambahnya beban penghidupan rakyat. Pemerintah Jokowi sebagai pelayan Imperialis AS tidak memiliki daya apapun selain menyuap rakyat miskin dengan Bantuan Sosial, serta program yang dihasilkan dari utang luar negeri.

Perampasan hak klas buruh sudah sejak lama di rampas, bahkan UU No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan dan PP. 78/2015 tentang Pengupahan pun telah melegitimasi perampasan hak buruh. Front Mahasiswa Nasional (FMN) berpendirian bahwa UU Cipta Kerja akan semakin memperburuk kondisi klas buruh yang sudah buruk, semakin memiskinkan rakyat yang telah lama hidup miskin. UU Cipta Kerja semakin memassifkan pemangkasan upah dengan penghapusan UMK dan UMSK digantikan dengan upah berdasarkan satuan waktu. Semakin mempermudah fleksibilitas ketenagakerjaan melalui kemudahan sistem kontrak  dan outsourching bagi semua jenis pekerjaan, ditambah dengan keleluasaan pengusaha mengatur jam kerja, termasuk memperpanjang waktu lembur, serta terus meningkatkan gelombang PHK. Terus diperburuk dengan perampasan hak pesangon yang semula 32 bulan upah menjadi hanya 25 bulan. Sementara perempuan buruh yang melakukan cuti haid, hamil dan melahirkan upahnya tidak dibayarkan. Sementara di sisi lain perlindungan dan keistimewaan yang semakin besar bagi pengusaha-pengusaha besar terus diberikan oleh pemerintah.

UU Cipta Kerja sejatinya akan memperkuat sistem pertanian terbelakang yang berbasis pada monopoli tanah di perdesaan. Tuan tanah besar mendapat keleluasaan untuk mengeksplotasi tanah dan kaum tani. Alasan bahwa UU Cipta Kerja akan membuka akses luas bagi lapangan pekerjaan yang layak bagi rakyat hanya ilusi dari pemerintah. Kaum tani justru terus terjebak pada semakin meluasnya monopoli tanah. Akibatnya, kaum tani terbelenggu dengan beban sewa tanah yang tinggi. Karena bagi tani miskin dan tani sedang lapis bawah, kepemilikan tanah yang kecil memaksanya untuk menyewa tanah kepada tuan tanah dengan harga yang tinggi. Sedangkan bagi buruh tani, upah yang rendah dan beban kerja yang berat akan semakin diperkuat dengan UU Cipta Kerja. Kaum tani juga terjebak dengan praktik peribaan yang dilakukan oleh tuan tanah. Lilitan riba terus mengikat kaum tani pada kemiskinan. Sementara itu, akibat dominasi imperialis hingga ke pedesaan, menjadikan kontrol harga input dan output pertanian dimonopoli oleh perusaahan besar dan negara. Membuat kaum tani lebih sering merugi dalam produksinya. Ditambah dengan keterbelakangan alat produksi pertanian yang terus dipertahankan. UU Cipta Kerja akan mempertahankan sistem pertanian terbelakang dengan segala bentuk penghisapan kepada kaum tani.

UU Cipta Kerja juga berdampak pada sektor pendidikan. Masalah umum pemuda-mahasiswa tetap berbasis pada monopoli tanah dan tidak adanya industri nasional yang mandiri dan bebas dari intervensi imperialis. Di mana, monopoli tanah adalah penghambat utama dari tumbuh kembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Sistem pendidikan Indonesia hanya mempertahankan pengetahuan usang dan teknologi terbelakang. Kaum intelektual yang ingin maju, memiliki pandangan progresif dan berpihak pada rakyat tidak mendapat ruang untuk berkreasi ilmiah dan mencipta. Kondisi tersebut menjadi semakin buruk dengan UU Cipta Kerja yang seiring dengan skema Kampus Merdeka ala Menteri Nadiem Makarim. Skema ini berupa kampus-kampus membuka luas kerjasama dengan korporasi milik imperialis dan borjuasi besar. Melalui kebijakan tersebut, mahasiswa dipaksa untuk membayar uang kuliah yang mahal hanya untuk menjadi buruh magang, kontrak jangka pendek tanpa pernah mendapat penghargaan dan apresiasi bagi ilmu pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki.

Majukan Perjuangan Mahasiswa Bersama Klas Buruh dan Kaum Tani untuk Pembebasan Sejati Rakyat Indonesia

Perjuangan demokratis nasional adalah jalan keluar bagi penderitaan rakyat dari penghisapan dan penindasan. Menjalankan reforma agraria sejati adalah perjuangan yang terutama dahulu harus dimenangkan oleh rakyat Indonesia. Kaum tani sebagai kekuatan pokok harus terus dimajukan kesadarannya dan dilipatgandakan keterlibatanya dalam perjuangan menghancurkan monopoli tanah. Penghancuran monopoli tanah dan sistem pertanian terbelakang akan membuka jalan bagi pembebasan klas dan sektor rakyat lainnya, sekaligus menghancurkan basis sosial pijakan imperialis di Indonesia.

Bagi klas buruh, harus membangun kesadaran yang luas untuk merelakan kaum tani terbebas lebih dulu dari penghisapan feodal. Klas buruh harus mendukung dan memimpin kaum tani dalam menjalankan reforma agraria sejati untuk menghancurkan monopoli tanah. Bahkan klas buruh juga memiliki tanggung jawab untuk terlibat secara langsung dalam pengorganisasian kaum tani di perdesaan, membangun organisasi tani hingga terlibat perjuangan menghancurkan monopoli tanah. Dengan itu, maka perjuangan buruh untuk pembangunan industri nasional menemukan syarat objektifnya untuk dibangun secara mandiri dan terbebas dari dominasi serta intervensi imperialis dalam bentuk investasi maupun utang.

Sementara itu, bagi gerakan mahasiswa terdapat dua tugas utama di Indonesia. Pertama , memperkuat dan memajukan perjuangan yang intensif di dalam kampus. Gerakan mahasiswa harus mampu menarik dukungan dari jutaan mahasiswa di berbagai kampus. Kampus yang semakin komersil dan anti demokrasi harus dilawan dengan gerakan mahasiswa yang militant dan memiliki perspektif maju. Tuntutan atas pemenuhan hak demokratis mahasiswa harus dimenangkan dengan gerakan massa. Saat ini semakin jelas, bahwa pemerintahan Jokowi terus berupaya melakukan pasifikasi dan depolitisasi terhadap mahasiswa. Upaya reformisme yang mengaburkan serta menumpulkan perjuangan harus dilawan dan dihilangkan dari gerakan mahasiswa.

Kedua, gerakan mahasiswa harus bertalian erat dengan perjuangan rakyat. Jalan terbaik dan paling utama yang harus dilakukan oleh FMN maupun seluruh unsur Gerakan mahasiswa adalah melibatkan dirinya secara aktif dalam pembangunan dan perjuangan Gerakan tani di pedesaan dan Gerakan buruh di perkotaan.

Terbebasnya kaum tani dari monopoli tanah dan penghisapan feodal adalah syarat mutlak majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, bahkan lebih jauh lagi adalah pintu untuk memastikan jaminan masa depan bagi mahasiswa. Kita ketahui bersama sistem pertanian terbelakang merupakan bentuk yang terus dipertahankan untuk menindas dan menghisap kaum tani , Sehingga dengan datang terintegrasi ke pedesaan, mahasiswa secara langsung dapat mengabdikan skill, pengetahuan teori, dan pengalaman kerjanya untuk mendukung kaum tani. Dengan demikian, semakin banyak dan kuat mobilisasi dari Gerakan mahasiswa untuk membangkitkan kaum tani, maka akan semakin cepat pula kemenangan terwujudnya reforma agrarian sejati dapat diraih.

Begitu juga dukungan serta keterlibatan gerakan mahasiswa dalam memajukan dan memperbesar gerakan buruh di perkotaan. Gerakan mahasiswa harus aktif ambil bagian dalam pengorganisasi gerakan buruh, terlibat dalam perjuangan klas buruh dan menjadi topangan untuk melawan imperialisme dan tindasan fasis.

Atas dasar itu,Front Mahasiswa Nasional (FMN) menyatakan sikap dan tuntutan sebagai berikut:

  1.   Menentang Pemberlakuan dan pengesahan UU  Cipta Kerja! 
  2. Hentikan segala bentuk tindak kekerasan, intimidasi, penangkapan dan kriminalisasi terhadap rakyat! Bebaskan seluruh rakyat yang ditangkap tanpa syarat!
  3. Berikan konpensasi dan jaminan keselamatan rakyat akibat dampak pandemi Covid-19 dengan pelayanan dan akses kesehatan serta pendidikan yang gratis dan berkualitas!
  4. Hapuskan peribaan di pedesaan! Perbaiki harga komoditas dan keperluan hidup kaum tani serta rakyat Indonesia!
  5. Bagi hasil yang adil bagi penggarap serta upah buruh tani yang lebih baik di perkebunan besar kayu, karet, gula, sawit, serta komoditas ekspor lainnya milik imperialis dan tuan tanah besar nasional!
  6. Menolak segala skema liberalisasi, privatisasi, dan komersialisasi pendidikan serta menuntut diberlakukannya sistem pendidikan yang ilmiah, demokratis, dan mengabdi kepada rakyat!

Front Mahasiswa Nasional dalam momentum ini juga menyerukan kepada seluruh pemuda- mahasiswa untuk memperkuat persatuan dengan klas buruh dan kaum tani demi memajukan perjuangan rakyat melawan pengesahan UU Cipta Kerja dan seluruh tindasan dari rezim Jokowi.


Jakarta, 7 Oktober 2020

Share this article :

1 komentar:

ANITA LANSAM mengatakan...

Halo,
Nama saya ANITA LANSAM (lansamanita@gmail.com) dari Tambun, Indonesia Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada ALLAH yang telah mengakhiri penderitaan saya melalui Avants Loans karena telah memberikan pinjaman sebesar Rp280.000.000,00. Bagi yang sedang mencari pinjaman harus sangat berhati-hati karena banyak sekali lender palsu dimana-mana, hanya sedikit yang asli. Saya mengatakan ini karena saya scammed hampir Rp40jt. Hanya PINJAMAN AVAN yang nyata dan tepercaya karena mereka mentransfer pinjaman saya ke rekening saya tanpa menghabiskan banyak waktu. Mereka yang mencari pinjaman online asli dan sah harus menghubungi AVANTS LOAN melalui
Email: (avantloanson@gmail.com)
Whatsapp: (+6281334785906)

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger